“Indahnya Doa”
“Doa adalah pangkal (otak)-nya ibadah”. Begitu kata Rasulullah dalam hadits riwayat Tirmidzi. Setiap manusia pasti memiliki harapan, memiliki keinginan. Karena itu pula, doa tidak bisa terpisah dari manusia. Ada ulama menasehatkan untuk belajar beribadah dari doa, maka insyaAllah akan mudah. Doa pun merupakan senjatanya orang beriman. Maka pentingnya mencari sebab-sebab mustajabnya doa, baik dari tata cara-nya, waktunya, dan lain-lain. Rasulullah juga bersabda: “Mintalah kepada Allah akan kemurahan-Nya, karena sesungguhnya Allah senang apabila dimintai (sesuatu).” (HR Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud). Maha Suci Allah.
Ibnul Qayyim rahimahullahu ta’ala mengatakan, orang yang berdoa persis seperti orang yang memanah. Pertama, harus ada sasaran. Lalu yang kedua, harus ada busur/panah yang kokoh, lurus. Yang ketiga, harus ada tenaga atau kekuatan untuk menarik busur panah sehingga panahnya meluncur tepat pada sasarannya. Tiga syarat ini harus dimiliki seseorang yang ingin doanya di mustajabkan oleh Allah Ta’ala.
Syarat yg pertama, harus ada sasaran. Maka, sasarannya adalah Allah. Hendaklah ia berdoa hanya kepada Allah Ta’ala, dan tidak berdoa kepada selain-Nya. Sebab, berdoa kepada selainnya adalah kelemahan dan kehinaan. Lalu yg kedua, busur/panah yang lurus yaitu doa yang datang dari Rasulullah yg ada dalam Al-Qur’an dan Sunnahnya. Sebab, kadang ada yang berdoa minta sesuatu, tapi kita tidak mengetahui apakah sesuatu itu baik buat dunia dan akherat kita. Dan yang ketiga, kekuatan untuk menarik busur itu adalah dorongan kepentingan. Karena doa yang diterima oleh Allah Ta’ala adalah doanya orang yang benar-benar butuh, benar-benar menginginkan dan terdesak dengan terwujudnya keinginan tersebut. Maka kata Ibnul Qayyim, “tidaklah tercipta ketiga syarat ini, kecuali Allah Ta’ala akan kabulkan doanya”.
Lalu bagaimana kalau tidak tampak pengaruh dari pengabulan doa tersebut? Allah Ta’ala memberikan keutamaan bagi orang yang berdoa. Kalau Allah tidak kabulkan doanya, maka Allah akan jauhkan musibah yang setimpal dengan doa tersebut. Kadang kita tidak menyadari hal ini, padahal dijauhkannya musibah dari kita juga merupakan sebuah nikmat yang sangat besar, sangat mahal yang perlu kita sadari dan syukuri. “Tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengan doa yang tidak mengandung dosa dan memutus hubungan silaturrahim, kecuali Allah akan memberikan kepadanya satu diantara tiga hal : dikabulkan doanya ; ditangguhkan hingga hari kiamat ; atau dijauhkan dari suatu keburukan/musibah yang serupa.” (HR. Ahmad dari Abi Said Al Khudri).
Dan, sungguh indah kalau kita mencermati doa-doa yang diajarkan Rasulullah. Betapa indah doa-doa itu. Betapa tepatnya isi permohonan dalam doa-doa itu. Maksud tepat disini, yaitu isinya baik bagi urusan dunia maupun urusan akherat. Kalau mencermatinya, akan terucap “ya, aku ingin memohon itu. Aku ingin memohon seperti itu”, yang tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya. Subhanallah.
Doa adalah senjatanya orang mukmin. Ya, sudah sejatinya kita berdoa mengikuti panutan kita. Dibawah ini beberapa doa yang indah yang diajarkan oleh beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Ya Allah, dengan ilmu ghaib-Mu dan kekuasaan-Mu atas semua makhluk, hidupkanlah aku selama Engkau mengetahui kehidupan itu lebih baik bagiku dan matikanlah aku jika Engkau ketahui bahwa kematian itu lebih baik bagiku. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perasaan takut kepada-Mu baik dalam keadaan sembunyi maupun terang-terangan. Dan aku memohon kepada-Mu perkataan yang benar, baik dalam keadaan senang maupun dalam keadaan marah. Aku memohon kepada-Mu kesederhanaan, baik dalam keadaan fakir maupun kaya. Aku memohon kepada-Mu nikmat yang tak pernah habis. Dan aku memohon kepada-Mu penyejuk hati yang tidak pernah putus. Aku memohon kepada-Mu kerelaan (menerima segala hal) setelah ditetapkan. Aku memohon kepada-Mu ketenteraman hidup setelah kematian. Dan aku memohon kepada-Mu kenikmatan memandang wajah-Mu, juga kerinduan untuk bertemu dengan-Mu, bukan dalam kesusahan yang membinasakan dan cobaan yang menyesatkan. Ya Allah, hiasilah kami dengan hiasan iman dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang diberi petunjuk dan memberi petunjuk”. (HR. An-Nasai, Ahmad, dan al-Hakim, sanadnya jayid. Doa ini bisa dibaca setelah tasyahud sebelum salam).
“Ya Allah, jadikanlah aku merasa qana’ah (merasa cukup, puas, rela) terhadap apa yang telah Engkau rizkikan kepadaku, dan berikanlah berkah kepadaku di dalamnya dan gantikanlah bagiku semua yang hilang dariku dengan yang lebih baik.” (HR. Al-Hakim dan dishahihkannya serta disepakati oleh adz-Dzahabi, dari Ibnu Abbas ra.)
“Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, serta beribadah dengan baik kepada-Mu.” (HR. Abu Dawud, an-Nasai, Ahmad,dan al-Hakim).
“ Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amal yang diterima.” (HR.Ibnu Majah)
“Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu, sedang kami mengetahuinya dan kami memohon ampunan kepada-Mu atas apa yang kami tidak mengetahuinya.” (HR.Ahmad)
Dan betapa indahnya doa sholat istikharah, pun doa-doa lain tuntunan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Subhanallah. Kita bisa mendapatkan doa-doa ini dari buku-buku kumpulan doa-doa dari AlQur’an dan Hadits, juga bisa mendalaminya dalam kitab Fiqh Do’a. Semoga doa-doa kita adalah doa-doa yang dikabulkan oleh Allah Ta’ala, sebab Rasulullah pun berlindung kepada Allah dari doa yang tidak dikabulkan sebagaimana doanya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepadamu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, kekikiran, pikun dan adzab kubur. Ya Allah, berikanlah ketakwaan pada diriku dan sucikanlah diriku, karena Engkau-lah sebaik-baik Rabb yang mensucikannya, Engkau Pelindung dan Pemeliharanya. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu’, nafsu yang tidak pernah puas, dan do’a yang tidak dikabulkan.”
Amin yaa robbal ‘alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar